Baca : Dalam Proses Pembacaan

Salam semua,

Selepas mengadap satu novel yang agak mengecewakan saya, kali ini saya nak cuba baca novel karya Ramlah Rashid ini pula. Harap-harap tak menghampakan saya!.

Sedikit sinopsis yang saya 'copy & paste' daripada laman web Buku Prima selaku penerbitnya.

Lestary adalah anak Hanan Alaa bersama Daud, perkahwinan campur antara Malaysia dan Dubai. Sewaktu Lestary berusia 5 tahun, dia dan ibunya diperkenalkan pada Wan Bada, orang tua Daud malangnya dua beranak itu terus dibenci dan diseksa jiwanya oleh Wan Bada.

Akhirnya Hanan Alaa yang sarat hamil anak ke dua telah diceraikan talak 3 setelah Daud menikahi Milah (isteri kedua). Bersama Lestary, Hanan Alaa meninggalkan rumah Wan Bada. Mereka dibantu imam dan seorang wanita berhati mulia di kampung itu.

Akibat fitnah dan cemburu, Hanan Alaa terbunuh. Injap jantung, hati dan buah pinggang diderma kepada yang memerlukan bertepatan amanatnya.

Setelah 10 tahun menetap di luar negara, Lestary kembali ke Malaysia dan bekerja di puncak Cameron Highland. Dia menemui penerima injap jantung dan hati ibunya selepas bertunang dengan Razim. Tanpa sengaja, dia jatuh cinta pada Dafiezudin dan cinta itu kian mendalam setelah mengetahui milik ibunya ada di dalam diri lelaki itu. Cinta bersemi kian kukuh dan berlakunya persaingan cinta antara Dafiezudin dan Razim, demi memenangi hati Lestary.


Bukunya agak tebal (612 Halaman) pada saya, jadi saya target dalam masa seminggu kot baru selesai.


Oh ya! Saya sudah selesai baca novel ini. Sebuah karya yang agak menarik pada saya. Saya dalam proses nak berkongsi rasa (baca: resensi) dengan pembaca lain, tapi buat sekerat jalan, saya hilang patah kata. Saya bagaikan sudah tak reti bagaimana harus mengarang. Agaknya sebab lama tak 'menulis', saya jadi kekok. Jadi saya tak berani nak janji bila siapnya... kalau ada tu adalah... nanti saya uar-uarkan di sini. Atau kalau rajin, singgahlah ke pondok 'sembang buku' saya ni...

Oklah nak sambung... (baca novel) hehehe....

0

Hanyut

By: Faizal Tahir

Harus bagaimana lagi
Dan terus begini
Dengarkan aku
Lihat ke mataku

Cukup sudah kau menghukum
Salahku tetap salahku
Benarkan ku berbicara
Agar bisa pulih semua

Namun harus sampai bila
Kau kan diam seribu bahasa

Korus
Maafkanlah ku tak bisa hidup tanpa kamu
Fahamilah ku tak mampu terus tanpa kamu
Bagaimana ku nanti
Bila tiada mengganti
Yang ku ada hanya kamu saja

Saat mata terpejam
Hanya kau ku terbayang
Menghapus semua segala rasa di jiwaku
Saat mata terbuka
Kamulah yang pertama
Tak mampu aku
Bayangkan
Hidup tanpa dirimu

Repeat Chorus

Aku memang bersalah
Selalu saja mengabaikan mu
Dan tapi dah ku sedari
Segala perit kau lalui
Ku terlupa kau terluka

Dan memang selalu
Aku bersalah
Selalu saja mengabaikan mu
Meninggalkan mu
Dan tetapi itulah aku sedari
Segala perit yang kau lalui
Kerna diriku yang terus hanyut

Maafkanlah ku tak bisa hidup tanpa kamu
Bagaimana ku nanti
Bila tiada mengganti
Yang ku ada hanya kamu saja

Bagaimana ku nanti
Bila kau tak di sisi
Yang ku ada hanya kamu saja



Nota:
Suka lagu ni... & FT (Faizal Tahir ya, bukan Faisal Tehrani... hehehe) selalu membuatkan hati saya adakalanya tumbuh taman~berbunga-bunga~ dengan lagu-lagunya. Lirik yang membelai jiwa... melodi yang membuai rasa... indahnya!!
Back to Top